Di Kota Surabaya Kamu Bisa Temukan Barang Antik

Banyak Para pecinta barang antik datang ke Surabaya hanya untuk berburu barang antik. Para turis dari berbagai Negara pun ikut serta untuk mencari barang kesukaannya. Bahkan tidak kurang dari pengunjung tersebut pun adalah warga Indonesia asli. Semua barang antik yang kamu cari dapat kamu beli di sini.

Pedagang di sini masih banyak yang masih menerapkan sistem pasar tradisional, yakni menunggu pembeli datang ke lokasi, tawar-menawar, transaksi sampai selesai. Kualitasnya begitu sangat bervariasi. Mulai dari barang baru impor asli, barang bekas berkualitas, barang asli lokal, hingga barang-barang produksi dari China, semuanya sangat komplet.

Lantas, bagaimana cara memilih barang antik yang terbaik saat berburu di Pasar Jalan Surabaya? berikut ini beberapa kutipan yang akan diberikan langsung dari para pedagang.

Meskipun peminatnya tidak sebanyak dulu. Surabaya mampu bersaing menjadi pemasok barang antik yang baik. Apa aja yang ada di Kota Surabaya yukk kita simak bareng-bareng.


1. Dimulai dari penjualan alat rumah tangga

Aktivitas yang ada di pasar antik di Jalan Surabaya bermula dari konsep dengan cara berjualan secara sederhana berupa deretan pedagang yang menjajakan banyak barang-barang bekas untuk keperluan rumah tangga.

Pada era tahun 1970-an, para semua pedagang mulai memanfaatkan tenda terpal yang di gunakan sebagai sarana memajang barang dagangan mereka. Barulah setelah pada pertengahan era 1980-an, berdiri deretan beberapa kios semi permanen dengan konsep yang tidak jauh berbeda dengan apa yang bisa dilihat hingga kini.

“Saat Dulu mungkin jumlah banyaknya pedagang hanya puluhan. Sekarang ada sekitar kurang lebih 150-an pedagang di sini yang dapat terorganisir dengan baik,” kata pedagang lampu hias Omo.


2. Tergeser penjualan online

Zaman kejayaan pasar tersebut terjadi pada saat era Presiden Soeharto hingga pada akhir tahun 2010. Para pejabat sampai wisatawan mancanegara adalah dua jenis konsumen yang paling mendominasi di pasar kala itu.

Ketika kemajuan teknologi seperti saat ini makin memudahkan proses jual-beli secara daring. Popularitas Jalan Surabaya perlahan pun mulai meredup dan dirasakan berkurang jumlah dari pengunjungnya.

Padahal sejak zaman dulu, kualitas barang-barang yang ada di pasar tersebut tergolong kulitas yang jempolan. Di era jayanya tersebut, pasar di kawasan Menteng ini amat sangat populer, baik di masyarakat umum, ataupun terlebih wisatawan asing.

3. Para pedagang merawat barang lawas yang mereka jual

Omo pernah mengatakan, hampir semua pedagang akan memoles atau memodifikasi terlebih dahulu pada setiap masing-masing barang dagangan yang akan diperjualbelikan. Maka, tidak heran bila kualitas sebuah lampu hias berusia lima puluhan tahun tetapi masih tetap cerlang-cemerlang.

“Barang yang akan dijual enggak asal lepas begitu saja. Semua itu akan dicek dulu, seberapa besar kerusakan yang ada pada barang, masih bisa diperbaiki atau tidak. Kami pasti menjelaskan kepada konsumen tentang hal tersebut kalau memang ada bagian-bagian dari suatu barang yang tidak dapat berfungsi dengan baik,” katanya.

4. Sedikit tips untuk para pembeli

Nah, berpatokan pada tips yang diberikan oleh para pedagang, segera buru barang incaran kamu yang ada di Jalan Surabaya pada hari Sabtu atau saat Minggu sore. Biasanya pada dua hari tersebut, banyak para pedagang memberi penawaran harga yang sangat miring.

Selain itu juga, kamu dapat lebih hemat tenaga ketika belanja di sana. Setibanya di sana, kamu tidak perlu turun dari kendaraan, jelaskan saja barang apa yang sedang kamu cari, lakukan tawar-menawar, sambil berharap bahwa suasana hati para pedagang sedang baik tentunya. Pastikan bahawa kamu sudah tahu apa yang akan kamu inginkan dan berapa kisaran harganya

Berburu benda-benda yang tergolong kuno di wilayah-wilayah pedesaan bisa menjadi salah satu alternatif lainnya untuk  mendapatkan furnitur maupun objek dekoratif interior rumah dengan harga yang miring. Atau bagi Anda yang memiliki kantong tebal, dapat berburu benda-benda yang kuno dari para kolektor-kolektor barang antik. Bagaimana pun cara Anda bisa mendapatkannya, yang pasti kehadiran furnitur kuno dan berbagai benda-benda kuno yang dapat membuat tampilan rumah anda semakin memperkaya khazanah interior rumah Anda. Seperti yang dilakukan oleh keluarga Radik Karyanto yang berdiam di Jalan Sumatra I No 6 Ngadisuman, Solo.

Berbagai macam bentuk furnitur dan objek dekoratif ruangan pada rumah keluarga Radik didominasi oleh benda-benda dengan model Jawa kuno. Ada benda-benda yang benar-benar asli berumur tua dan ada beberapa benda-benda buatan baru tapi dengan bumbu yang merepro model aslinya. ”Saya suka mengoleksi barang-barang yang antik dan berburu barang-barang seperti ini sudah sejak tahun 1990-an hingga tahun 2000-an, tapi untuk sekarang sudah jarang untuk berburu lagi,” ujar Radik ketika dijumpai wartawan di kediamannya.

Koleksi banyak barang-barang antik tersebut selanjutnya justru akan bermanfaat menjadi elemen-elemen yang makin membuat interior rumahnya menjadi lebih menarik lagi dan artistik. Berbagai jenis furnitur dan  pajangan yang khas bergaya Jawa dapat digunakan dalam rumah keluarga Radik supaya sangat mendukung konsep  rumahnya yang dominan bernuansa rumah Jawa.